Love Forecast, Menjadi Sahabat atau Memperjuangkan Cinta

review love forecast



Korean movie tentang sahabat jadi cinta ini wajib buat ditonton, bukan hanya pemainnya yang keren, yaitu Lee Seung-gi dan Moon Chae-won, namun ceritanya nggak kalah keren. Tidak dipungkiri pertemanan yang lama, timbul cinta di kedua sahabat ini.

Cerita ini berawal dari Kim Hyun-woo (Moon Chae-won) dan Kang Joo-soo memiliki kisah percintaan masing-masing yang penuh dengan liku-liku.

Hyun-woo sang dewi pembawa acara ramalan cuaca ternyata memiliki affair dengan salah satu jajaran petinggi (kalau gak salah produser berita) yaitu Dong-jin yang telah memiliki istri.

Sedangkan kisah cinta Joo-soo yang mengenaskan, padahal hubungan pacarannya belum genap 100 hari, udah diajak putus.

Kedua sahabat ini sangat kompak, Hyun-woo dari kecil sudah akrab dengan keluarga Joo-soo. Bermain bersama mulai dari kecil, berangkat sekolah, kemana-mana selalu bersama, membuat Joo-soo (saat masih kecil) menyatakan cinta ke Hyun-woo, ternyata ditolak dengan alasan di mata Hyun-woo, Joo-soo bukanlah laki-laki, menganggap keluarganya sendiri.

Meskipun ditolak, Joo-soo masih peduli, selalu membereskan rumah, membuat makan, pokoknya selalu di samping Hyun-woo.

Aku akui Seung-gi dan Chae-won aktingnya beneran dapat, kayak udah sohib dari lahir, kocak bener saat adegan karaoke bareng, gendong Chae-won, konyolnya, aduh kedua aktor dan aktris nih beneran klik.

Putus cinta obatnya adalah bersama orang yang baru.

Lihat kisah cinta Hyun-woo bikin pengin jambak mbak Chae-won, sebel sih ya.. udah tau pria beristri masih aja dibelain jadi yang kedua, padahal dia tuh dewi ramalan cuaca, cantik, populer, banyak yang ngefans, huhhuhuhu kurang apa sih, malah milih pria beristri.

Cinta memang tak ada logika…

Padahal Hyun-woo dan Dong-jin sudah putus, tapi masih belum bisa move on. Joo-soo juga sudah memperingatkan untuk tidak menelepon lagi si pria itu, tapi ya tetep aja. Susah ya kalau kasih nasihat sama orang yang lagi dimabuk cinta.

Mau tak mau, Joo-soo mengenalkan Hyun-woo ke teman satu angkatan (atau kakak tingkat?) saat wamil. Andrew yang ternyata sejak dulu juga naksir sama Hyun-woo.

Padahal sebelumnya Joo-soo sudah menyatakan tekadnya lagi untuk berpacaran dengan Hyun-woo, tapi entah kenapa tidak ada reaksi atau bahkan reaksinya biasa-biasa aja. Di sinilah muncul pergemulan hati Joo-soo.

Cinta tak pernah berubah, orang yang berubah.


Memilih persahabatan atau memilih cinta.

Bahkan Joo-soo juga berusaha untuk melupakan Hyun-woo dengan berpacaran dengan wanita yang nggak kalah cantik dan menarik. Tapi tetap aja ada kegalauan di hati. Bagaimana Joo-soo memposisikan dirinya di mata Hyun-woo apakah menyerah dan tetap menjadi sahabatnya yang slelau support, atau memberanikan diri untuk lebih dari sahabat dengan risiko bakalan ditolak lagi.

Sahabat jadi cinta merupakan hal yang wajar, siapa saja nggak sanggup untuk nolak cinta. Tapi butuh keberanian untuk memutuskan untuk jadi sahabat aja atau menjadikan ia lebih dari sahabat.

Memendam perasaan agar tidak ingin menghancurkan persahabatan yang sudah dibangun, juga butuh keberanian, misalnya lihat sahabat pacaran sama lelaki/wanita lain, kita nggak ada hak jika nanti lambat laun ia lebih memprioritaskan pacarnya.

Cinta. Masalahnya adalah dicintai atau mencintai.


Apakah wanita dan pria bisa berteman, bisa kok. Banyak contohnya. Meskipun nantinya bakalan banyak berubah, apalagi pasangan dari masing-masing tiba-tiba cemburu sama sahabat, wajar sih, bagaimana kitanya aja yang menyakinkan kalau sama sahabat nggak ada rasa tersembunyi.

Banyak tantangannya jika memiliki sahabat cowo-cewek, bahkan ada yang bilang kalau cewek sama cowok nggak bakalan bisa jadi sahabatan, nanti bakalan ada yang baper.

Kalau aku sendiri, tidak membenarkan, tidak menyalahkan. Karena pernah baper sama sahabat cowok, pernah juga yang beneran cuma sahabat, nggak ada perasaan apa-apa. Ya kitanya aja sih yang bagaimana menyikapinya.

Kalau sudah menyangkut tentang cinta, salah satau benar rasanya tuh masih abu-abu. Kecuali kalau lihat Hyun-woo yang sama pria beristri, ikh salah banget tuh. Sebel sama perannya. Harus ada logika sih meskipun bucin banget sama seseorang.

Ngobrol lainnya tentang Love Forecast.


Chae-won aktingnya kayak beneran jadi cewek nyebelin tapi sebenarnya polos, easy going tapi dia juga ceroboh. Terjadi perubahan karakter Hyun-woo ketika terlbihat masalah, karirnya dipertaruhkan karena berita skandalnya mencuat. Sebelumnya, dia merupakan gadis yang menurutku egois, narsis pula.

Aku sempat menyadari sih, kalau perubahan karakter juga ada perubahan dalam hal berpakaian. Sebelumnya Hyun-woo suka baju yang se*ksi, saat bekerja maupun di keseharian, kemudian saat ia terkena masalah skandal, sedikit demi sedikit karakternya berubah, lebih cooling down, yang sebelum genit atau kebanyakan tingkat, lebih menghargai orang di sekelilingnya. Kemudian pakaian dan riasan di muka lebih soft, pakaiannya lebih ke tone tanah (warm).

Kalau Lee seung-gi langsung bikin jatuh cinta nih, cocok juga bawain karakter Joo-soo, polos, baik hati tidak ada kekurangan, suka “ditindas” sama cewek, tipe cowok yang berkorban apapun demi ceweknya. Idaman banget.

Perubahannya juga ada namun tidak terlalu mecolok, hanya dia lebih tegas terhadap perasaannya dan posisinya yang tidak lagi ingin menjadi sahabat Hyun-woo.

Film love forecast ini ceritanya sederhana, banyak juga di drama korea atau film lainnya yang mengangkat cerita seperti ini. Namun tetap aja fresh, nggak ketinggalan zaman, padahal ini tahun releasenya 2015 tapi masih relevan sampai sekarang.

Movie yang nggak bikin mikir, tapi tetap nyaman ditonton hingga selesai, bisa coba nonton Love Forecast.


Love Forecast

Realese : 15 Januari 2015

Director : Park Jin-pyo.

CJ Entertaiment.

0 Comments

Post a Comment

Moderasi dulu ya...